ABOUT ANTROPEIS

SEJARAH
Ekstitensi perubahan social yang terus bergulir mengikuti roda kehidupan dan perputaran waktu merupakan hal  yang  tak bisa lepas dari namanya peran intelektual. Mahasiswa sebagai komponen intelektual yang di pundaknya telah menyandang predikat sebagai agent of Control dan sekaligus sebagai agent of Change merupakan tanggungjawab moral yang sangat berat untuk di emban.
Antropeis ke pendekan dari Antropineis Siniteis hadir di tengah-tengah mahasiswa  sebagai kelompok belajar yang senantiasa tampil sebagai garda terdepan dalam menciptakan perubahan berbagai tantan kehidupan dengan melakukan penelitian lapangan.
Berasal dari bahasa Yunani “Antropeis Siniteis” yang berarti kebiasaan manusia, terbentuk pada tanggal 04 Mei 2010  di Universitas Hasanuddin.
Di koordinatori oleh Sardani, assisten koordinator oleh A. Iwan Syam, bagian editor di pimpin oleh Adi, asissten editor oleh Muh. Ikhsan. Penyunting di pimpin oleh Dwi Surti Junida, assisten penyunting oleh Sahrir Subair serta bagian penasehat di pimpin oleh Yunti Limbong.
Antropeis merupakan kelompok belajar yang di pelopori oleh mahasiswa dan mahasiswi Antropologi anggkatan 2008 Universitas Hasanuddin. Sebagai media evolusi mahasiswa dalam menemukan gejala social dengan melakukan penelitian mengenai kebudayaan di masyarakat.


TUJUAN

Antropeis berusaha mencari makna suatu objek dengan menggunakan Versteben (pemahaman mendalam) dan menemukan kebenaran intersubjektif (pandangan para subjektif) serta mampu mendesktipsikan suatu realitas kebudayaan di masyarakat.


MANFAAT

1.    Dapat mempersepsikan realitas kebenaran dengan cara mencatat dan memahami apa yang terjadi dalam interaksi social kemasyarakatan.
2.    Dapat mendeskripsikan gejala social yang rentan muncul di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.


ANGGOTA ANTROPEIS

1.    Sardani
2.    A. Iwan Zam
3.    Hasriadi
4.    Syahris subair
5.    Ikhsan
6.    Yunti Limbong
7.    Dwi Surti Junida

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antropologi Perkotaan

Sarjana Antropologi Bukan Seorang Antropolog

Observasi In My Reaserch