Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

Observasi In My Reaserch

Oleh : Dwi Surti Junida Contoh Pengamatan Yang Aku Lakukan Dalam Penelitian Lapangan (metode kualitatif) Kinerja Petugas Kesehatan Masalah :  Bagaimana Kinerja Petugas Kesehatan Tempat  :  Puskesmas Batua Tello Baru Waktu    :  Pukul 10.25 Pagi Suasana sangat ramai, banyak orang yang keluar masuk. Sinar matahari sudah mulai muncul. Beberapa kursi besi panjang penuh di duduki. Berbagai tipe, umur dan busana orang-orang beragam. Seorang wanita muda duduk di deretan kursi pertama sedang menggendong seorang bayi. Wanita dan pria setengah baya duduk di belakangnya. Lalu, dua pria muda berdiri serta orang yang lain duduk di deretan kursi belakang. Suara tangisan anak kecil terdengar di mana-mana. Suara orang batuk dan langkah sepatu di lantai tehel putih selalu terdengar. Di tengah-tengah panjangnya antrian pasien, terlihat aktivitas beberapa petugas kesehatan yang sepertinya acuh dengan kondisi pasien yang ada. Ada tiga wanita petugas kese...

Ketika Ku Harus Mengamati

Gambar
i Oleh : Dwi Surti Junida “Mengerjakan sesuatu tidak semudah membalikkan telapak tangan”. Siapa yang tidak mengenal kalimat ini, bagi kebanyakan orang di dalam proses mengerjakan sesuatu tidaklah semudah yang mereka bayangkan. Diperlukan niat, strategi yang penuh hati-hati dan pengetahuan sesuai lingkup yang ia fokuskan. Seorang wanita yang ingin menjadi koki di salah satu restoran yang menjual aneka ragam roti di Makassar harus mengetahui cara pembuatan roti. Ia juga harus mengetahui bahan dan alat-alat yang di gunakan dalam pembuatannya, waktu yang di perlukan serta kalau perlu ia harus membuat bermacam inovasi baru mengenai bentuk, rasa dan warna dari roti tersebut, yang dapat menjadi salah satu daya tarik para pelanggan. Hal demikian pun berlaku bagi para para peneliti. Di dalam penelitian, seorang peneliti di tuntut untuk menggunakan metode yang jelas. Dalam hal ini metode penelitian terbagi menjadi dua yakni metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dalam metode penelitian k...

Media Berpengaruh Terhadap Pembentukan Identitas

Gambar
Oleh : Dwi Surti Junida Gaya hidup modern di satu pihak dapat di lihat sebagai produk dari prefosionalisme masyarakat yang semakin kentara pada abad ke-21 atau mengalami perubahan yang maju, di lain pihak dia akan menegaskan batas-batas biologis dan social yang memiliki biaya yang sangat tinggi. Munculnya ruang elektronik dalam proses kehidupan yang meluas menyebabkan hilangnya proses social learning yang memungkinkan adanya empati dalam hubungan antar manusia. Penggunaan media yang cukup berkembang pada masyarakat dewasa ini menegaskan adanya pengaruh dari pencirian identitas dan tingkah laku masyarakat. Pemberian informasi di era-globalisasi ini menjadikan media sebagai salah satu sumber yang cukup berpengaruh dalam pengaksesan segala knowlenge dalam kehidupan sehari-hari. Transfer berbagai elektronik tak terkendalikan, penyuntikan virus negatif pun tak terelakkan, khususnya bagi anak-anak. Sebagai contoh : Jessica Logan bukan siapa-siapa dan tak dikenal siapa-siapa. Han...

ABOUT ANTROPEIS

SEJARAH Ekstitensi perubahan social yang terus bergulir mengikuti roda kehidupan dan perputaran waktu merupakan hal  yang  tak bisa lepas dari namanya peran intelektual. Mahasiswa sebagai komponen intelektual yang di pundaknya telah menyandang predikat sebagai agent of Control dan sekaligus sebagai agent of Change merupakan tanggungjawab moral yang sangat berat untuk di emban. Antropeis ke pendekan dari Antropineis Siniteis hadir di tengah-tengah mahasiswa  sebagai kelompok belajar yang senantiasa tampil sebagai garda terdepan dalam menciptakan perubahan berbagai tantan kehidupan dengan melakukan penelitian lapangan. Berasal dari bahasa Yunani “Antropeis Siniteis” yang berarti kebiasaan manusia, terbentuk pada tanggal 04 Mei 2010  di Universitas Hasanuddin. Di koordinatori oleh Sardani, assisten koordinator oleh A. Iwan Syam, bagian editor di pimpin oleh Adi, asissten editor oleh Muh. Ikhsan. Penyunting di pimpin oleh Dwi Surti Junida, assisten penyunting oleh Sahrir...

Suatu Hari Dalam Kehidupan Seorang Antropolog

Oleh : Dwi Surti Junida Antropolog meneliti, menganalisis, laporan, dan membandingkan budaya yang berbeda dan bagaimana mereka tumbuh, berkembang, dan berinteraksi. Bagaimana orang tinggal menawarkan wawasan ke dalam kehidupan modern dan bagaimana secara signifikan (atau, lebih sering, betapa sedikit) kita telah berubah dan bagaimana serupa kita berada dalam sistem interaksi dasar kita. Antropolog dapat melakukan perjalanan ke tanah yang eksotis (travel to exotic lands) dan menghabiskan waktu dalam kondisi primitif (spend time in primitive conditions) atau bekerja di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, membandingkan kekhawatiran antropolog budaya daerah. Dapat membandingkan budaya dunia medis untuk dengan dunia keuangan, atau budaya profesional atlet dengan profesional hukum the culture of professional athletes to that of legal professionals.

Sarjana Antropologi Bukan Seorang Antropolog

Setiap menjalani sesuatu yang baru kita akan selalu dihadapkan pada suatu masalah, baik yang datang dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri. Begitu juga dalam memulai sebuah penelitian baik itu yang dilakukan di dalam ruangan maupun yang dijalani dilapangan. Dalam dunia antroplogi keluar masuk suatu kampung merupakan hal yang lumrah dan telah menjadi kebiasaan. Pindah dari satu desa ke desa yang lain atau satu nagari ke nagari yang lain adalah pekerjaan pokok yang harus dijalani. Tidak ada dalam kamus antropologi seorang antropolog duduk dibelakang meja dan berbicara tentang suatu tempat, tentu saja itu suatu yang sangat memalukan sekali (bagi mereka yang mengaku seorang antropolog). Namun pada perkembangannya dan kenyataannya pada saat sekarang, kecendrungan para antroplog muda Indonesia lebih menyukai cara penelitiandibelakang meja ini.

Antropologi Perkotaan

Gambar
Karya: S. Menno dan Mustamin Alwi Oleh: Dwi Surti Junida Pada awal perkembangannya, Antropologi memusatkan perhatiannya kepada masyarakat primitif. Perhatian ini timbul karena ada sesuatu yang dianggap sebagai keganjilan pada tingkah laku masyarakat tertentu, yaitu pada masyarakat pedalaman-pedalaman. Akan tetapi lama-kelamaan, mereka tidak lagi melihat tingkah laku itu sebagai sesuatu yang ganjil, melainkan sebagai sesuatu yang masih dekat dengan alam, dan masih berada dalam tahap perkembangan. Dan pada saat itu Antropologi memusatkan perhatiannya pada masyarakat tersebut. Karena ternyata masyarakat primitif itu telah semakin maju dan teradaptasi ke dalam masyarakat modern, maka perhatian antropologi selanjutnya beralih pada masyarakat pedesaan. Hampir seluruh aspek kehidupan desa telah diteliti dan diungkapkan. Karena itu, perhatian para antropolog pada tahap berikutnya, mulai beralih ke kota. Ada beberapa alasan yang digunakan untuk mengalihkan dan memperluas perhatian me...

Daftar Isi Blog

Agenda

Apa Agendanya???? diisi ya!!!